Tantangan Replikasi di Luar Komunitas Adat
Meskipun model Kasepuhan dinilai sangat berhasil, proses replikasinya menghadapi berbagai tantangan. Menurut para peserta FGD, salah satu faktor utama adalah perbedaan orientasi sosial masyarakat. Komunitas adat memiliki ikatan komunal yang kuat dan kepatuhan terhadap aturan adat, sementara masyarakat umum cenderung lebih dipengaruhi pertimbangan ekonomi jangka pendek.
Kebutuhan modal usaha pertanian, biaya hidup, serta tekanan pasar menyebabkan hasil panen lebih cepat dijual dibandingkan disimpan sebagai cadangan pangan. Selain itu, keberhasilan model Kasepuhan juga ditopang oleh kepemimpinan adat yang memiliki legitimasi tinggi. Kondisi tersebut tidak mudah ditemukan pada komunitas non-adat.
Faktor lain yang menjadi kendala adalah terbatasnya monitoring dan evaluasi akibat kondisi geografis wilayah adat yang relatif terpencil, sehingga membutuhkan strategi pendampingan yang lebih adaptif.













