Bandung, BEDAnews,-
Di tengah pesatnya kemajuan teknologi, Suku Lom yang merupakan suku tertua di Bangka Belitung terus memegang teguh tradisi dan budaya aslinya. Beberapa tarian tradisional asal pulau penghasil timah ini juga masih tetap lestari sebagai kebudayaan khas.
Salah satu upaya pelestarian budaya serta menjaganya agar tidak diklaim oleh negara lain adalah dengan melakukan pendataan ragam budaya Indonesia yang dilakukan oleh JNE dan Sobat Budaya yang tergabung dengan Gerakan Sejuta Data Budaya (GSDB). Di awal tahun ini, program pendataan budaya asli Indonesia tersebut dilaksanakan pada tanggal 24-30 Januari 2015 di Kepulauan Bangka-Belitung.
Kepulauan Bangka Belitung sebelumnya menjadi bagian dari Provinsi Sumatera Selatan. Babel merupakan penghasil timah dan terkenal dengan kerukunan antar suku serta kesenian tradisional khasnya yang tidak dapat dijumpai di tempat lain. JNE dan Sobat Budaya mendata beberapa budaya tradisional daerah tersebut seperti gitar dambus, permainan-permainan tradisional, kain cual, tari campak dan tari dambus serta Suku Lom sebagai suku tertua.
Gitar dan tari dambus memiliki simbol dan filosofi rusa yang dikenal kuat serta lincah dan kerap ditampilkan dalam acara perayaan maupun upacara di wilayah yang memiliki penduduk sebanyak 1,3 juta jiwa ini.
Managing Director JNE, Johari Zein, mengungkapkan pendataan beragam budaya nusantara merupakan hal yang penting untuk turut menjaga kelestarian warisan budaya nasional.”Sebagai perusahaan nasional di bidang pengiriman ekspres dan logistik, JNE mendukung Gerakan Sejuta Data Budaya dalam upaya memelihara budaya tradisional Indonesia sebagai kekayaan dalam negeri yang tidak ternilai serta turut berperan aktif menjaganya dari klaim negara lain,” ungkap Johari dalam pesan elektroniknya, baru-baru ini.
Menurut Johari, JNE berharap dengan jaringannya yang tersebar hingga ke pelosok tanah air tidak hanya dapat memberikan nilai-nilai komersial namun juga nilai-nilai sosial yang besar dalam berbagai bidang di seluruh Indonesia.
Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari Gubernur Bangka Belitung H. Rustam Effendi, B.Sc, Menurut Rustam Pemerintah Daerah Bangka Belitung melindungi budaya tradisional dengan berbagai regulasi dan melakukan pemeliharaan dengan mengadakan berbagai acara rutin yang menampilkan kesenian tradisional serta menjadikannya sebagai mata pelajaran dalam kurikulum pendidikan disana. “Pemerintah daerah juga berupaya maksimal agar karya seni tradisional Bangka Belitung seperti kain cual dapat dipasarkan secara luas sebagai salah satu kekayaan dalam negeri seperti halnya batik,” ungkap Rustam.
Seluruh budaya yang telah terdata, dapat dilihat pada situs Perpusatakaan Digital Budaya Indonesia milik GSDB. Program pendataan melalui proses dokumentasi, sistem penyimpanan berteknologi tinggi dan pendaftaran di lembaga yang diakui di seluruh dunia ini juga digunakan untuk kepentingan dunia pendidikan. (Lanie)










