“Diikuti dengan launching lelang online, supaya tata niaga kopi Jabar ke depan akan lebih baik,” katanya.
Melalui lelang online ini, jarak antara petani dengan konsumen menjadi lebih dekat sehingga berdampak terhadap peningkatkan harga jual dan mempercepat alur distribusi.
Dia menilai, selama ini petani menjual masih dalam bentuk chery sehingga harganya murah.
“Kalau sudah menjadi green been, (harga jual dari petani) dari semula Rp10 ribu, bisa menjadi ratusan ribu,” katanya.
Dia menjelaskan, lelang kopi online ini memiliki keterkaitan dengan banyak aspek.
“Kenapa harga internasonal di kita tidak konsisten dengan harga petani, karena pasar fisik kita tak nyambung ke pasar virtual,” katanya.
Dia menyontohkan, saat harga di pasar bursa naik, namun harga jual kopi dari petani tetap.












