Sementara PT. Pertamina sebagaimana diketahui bersama, merupakan BUMN di bidang energi yang menggunakan energi fosil seperti batubara dan lain sebagainya. Sehingga menurutnya, sangat aneh jika Pertamina ikut terlibat dalam pengembangan industri listrik, yang notabene berlawanan atau bersebrangan dengan bisnis utama Pertamina selama ini.
Politisi dari Fraksi Partai Golkar ini menduga, jika langkah pembelian saham PT. IBC tersebut menjadi salah satu strategi bisnis atau langkah Pertamina untuk “menghambat” atau bahkan mematikan industri baterai listrik tersebut.
“Saya pernah membaca salah satu buku pengantar Manajemen di tahun 1995, ada kisah sejarah di Amerika. Dimana Tesla yang meliputi industri mobil listrik hadir lebih awal. Hingga kemudian dibeli GE dengan GM (General Motor) nya merupakan perusahaan mobil terbesar di Amerika saat itu. Dan ternyata Tesla dibeli untuk dimatikan, karena dapat mengganggu bisnis GM,” paparnya.













