“Bukan sekadar soal penghematan, tapi ini adalah gerakan yang ideologis,” ujarnya.
Meski demikian, ia percaya bahwa, kehadiran Great Institute dapat menjadi mitra pemerintah dalam menyuarakan berbagai kebijakan.
“Saya percaya, Pak Syahganda (Direktur Great Institute) akan memperkuat barisan ini,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Bima juga mendorong, agar Great Institute berkontribusi dalam mengkaji isu-isu strategis lainnya, seperti revisi Undang-Undang (UU) tentang Pemilu dan UU tentang Partai Politik ke arah yang lebih baik. Apalagi, saat ini Indonesia tengah menuju era Emas 2045, sehingga membutuhkan dukungan dari berbagai pihak.
“Nonsens kita berbicara di 2045, tanpa kita bicara tentang partai politik yang akan kita bangun kepada generasi yang akan memimpin kita pada saatnya,” tegasnya.













