Layanan dalam “Literasi Digital Menuju Merdeka Belajar” seperti yang disampaikan oleh Ketua LP3 Pendidikan UNJ, Bapak Muhammad Zid, M.Si bahwa, sangat apresiasi dengan adanya pelatihan ini, karena peran seorang guru itu sangat penting, dan tentunya guru harus bisa memotivasi siswanya, ujarnya.
“Guru mempesona itu harus menginpiratif, canggih, pandai bermetafora artinya memberika contoh yang baik, mampu membuat joke pedagogis, mampu berperilaku dan berpenampilan sopan serta menarik dalam berbagai kondisi, interaktif, memotivasi,” imbuhnya.

Merespon hal tersebut, Wakil Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Bapak Purwosusilo, M.Pd mengatakan bahwa, agenda tersebut sangat positif dan mendukung guru-guru dalam literasi digital menuju merdeka belajar di era digital. Banyak orang memaknai merdeka belajar melalui berbagai macam objek. Makna Merdeka belajar adalah memberikan ruang dan waktu seluas-luasnya kepada muridnya dari sisi guru. sumber belajar, tempat belajar. Bagaimana guru menemukan tempat belajar, sumber belajar itu semua muncul dari ide guru selama belajar. Peserta didik bisa menentukan memilih cara belajar, memilih sumber belajar, dia bisa mecari sumber belajar yang baik. “Aktor utama di dunia pendidikan adalah guru dan siswa, muara dari sebuah proses pendidikan
adalah siswa. Karena siswa memiliki akhlakul karimah, karakter, pengetahuan. Didalam islam ada 3 pilar yakni Islam, Iman, Ihsan,” ujar Kepala Bidang Pendidikan Kemenag DKI Jakarta, apak Drs. H. Nur Pawaidudin saat memberikan sambutan.













