Tradisi ini bukan sekadar seremoni rutin. Ia adalah jantung spiritual Desa sebagai pengingat bahwa rasa syukur, kebersamaan dan do’a adalah pondasi ketangguhan masyarakat. Di tengah kemajuan zaman, kegiatan seperti ini menjadi benteng terakhir pelestarian nilai-nilai luhur budaya Jawa yang nyaris tergerus.
Kapten Inf Suyit menyampaikan pesan penuh makna, “Bersih Desa adalah warisan yang wajib kita jaga. Ini bukan hanya soal adat, tapi soal jati diri. TNI hadir bukan hanya untuk menjaga keamanan, tapi juga untuk memastikan bahwa warisan leluhur ini terus hidup dan memberi makna”.
Kapolsek Kampak, Iptu Singgih pun menegaskan hal serupa. Menurutnya, tradisi yang mempererat solidaritas warga seperti ini harus terus didukung karena menciptakan harmoni sosial dan ketahanan budaya dari akar rumput.











