Teknologi ini terbukti efektif menurunkan titik tuang minyak hingga mencapai 21 derajat celcius, sehingga proses distribusi melalui pipa produksi tetap berjalan lancar dan optimal meskipun tantangan lingkungan cukup tinggi.
Melalui keterangannya, Kamis (29/1), Senior Manager Production PHM, Robert Roy Antoni, menyatakan bahwa, komitmen perusahaan tidak surut meski menghadapi karakteristik sumur yang semakin menantang.
Senada dengan hal tersebut, General Manager PHM, Setyo Sapto Edi, menambahkan bahwa, keberhasilan ini merupakan bukti kompetensi teknis tim di lapangan.
Dengan tambahan dari sumur HPPO dan sumur beremulsi lainnya, rata-rata produksi minyak PHM kini menyentuh angka 25 ribu bph, atau sekitar 20 persen lebih tinggi dari target yang ditetapkan pemerintah.











