Alasannya, masih ada pengajar yang bukan dari keguruan, sehingga pembelajaran yang diterima anak-anak PAUD tidak maksimal. Karena memang SDMnya yang memang bukan asli pengajar.
Terkait SDM dilapangan, ia mengemukakan, disdik Kabupaten Bandung berupaya untuk memberikan pembinaan dalam bentuk bimtek dan sosialisasi ke lapangan melalui pembina, yaitu penilik paud.
Tentang Guru TK karena belum maksimal dalam memberikan pelayanan, “Insya Alloh bidang paud terus memberikan pembinaan termasuk membuat tim yang bergerak memberikan pemahaman kepada Guru TK. Apalagi sekarang ada program mendikbud episode 24 tentang transisi paud ke SD yang tidak mewajibkan adanya calistung,” ujarnya.
Miskonsepsi yang terjadi di lapangan, lanjutnya, orang tua merasa keberatan kalau anak yang sekolah di paud tidakk bisa calistung. “Padahal anggapan itu salah karena paud berprinsip bermain sambil belajar dan belajar sambil bermain,” tutupnya.***













