
bertani, pengelolaan wakaf produktif, edukasi ekologi Qur’ani, serta pendampingan masyarakat agraris marjinal. Implikasi lainnya, penelitian ini juga gagasan baru berupa pengembangan konsep teologi pertanian “baru” sebagai rekontekstualisasi dari teologi pertanian tradisional, yang secara holistik mengintegrasikan nilai-nilai spiritual, keberlanjutan ekologis, dan teknologi modern. Konsep ini dirumuskan berdasarkan kajian terhadap komunitas Agriquran, yang berhasil menghubungkan praktikagraris dengan pemaknaan keagamaan dalam menghadapi tantangan global seperti industrialisasi, perubahan iklim, dan modernisasi teknologi. Teologi pertanian “baru” mencakup tiga dimensi utama yang saling melengkapi. Dimensi teoretis mengacu pada keyakinan teologis seperti konsep khalifah, falah, dan keberkahan, yang memberikan dasar spiritual bagi aktivitas agraris sebagai bentuk tanggung jawab manusia kepada Tuhan. Dimensi praktis mengintegrasikan teknologi
modern, seperti irigasi pintar dan biodigester, dengan prinsip keberlanjutan untuk meningkatkan produktivitas sambil menjaga keseimbangan ekosistem. Dimensi sosiologis menekankan penguatan solidaritas sosial melalui praktik berbasis komunitas, seperti wakaf produktif dan agrivisit, yang tidak hanya meningkatkan kesejahteraan masyarakat tetapi juga menyebarluaskan nilai-nilai keagamaan dalam konteks agraris. Hasil penelitian ini menegaskan bahwa teologi pertanian tradisional, yang menitikberatkan pada keberkahan panen dan harmoni dengan alam, tetap relevan jika direkontekstualisasi untuk menjawab tantangan zaman. Namun, pendekatan
tradisional ini perlu diperkuat dengan teknologi modern dan strategi keberlanjutan untuk mengatasi persoalan agraris kontemporer seperti degradasi lingkungan dan krisis pangan. Komunitas Agriquran menjadi contoh konkret dari praktik integrasi nilai spiritual dan teknologi dalam pertanian, dengan inisiatif seperti Wakaf
Integrated Farm dan Agriqurban yang membuktikan bahwa nilai-nilai spiritual dapat selaras dengan efisiensi teknologi dan keberlanjutan ekologis. Tawaran ini memberikan kerangka kerja baru yang dapat menjadi panduan bagi pengembangan pertanian berbasis nilai di tingkat lokal maupun global.










