3. Struktur organisasi dan dinamika sosial komunitas Agriquran dibangun di atas prinsip keagamaan yang kuat, yang mengintegrasikan nilai-nilai Islam kedalam tata kelola dan interaksi sosial mereka. Struktur organisasi komunitas ini berbasis pada sistem kolektif yang mengutamakan kerja sama, dengan program-program seperti Wakaf Integrated Farm dan Agriqurban yang menjadi model utama pengelolaan berbasis syariah. Dinamika sosial komunitas ini ditandai oleh solidaritas yang kuat melalui praktik bertani yang melibatkan gotong royong, pengelolaan lahan secara bersama, dan distribusi hasil tani untuk kepentingan umat, termasuk melalui program wakaf produktif. Interaksi sosial yang terjadi tidak hanya memperkuat hubungan antar anggota, tetapi juga memperluas dampaknya ke masyarakat luas melalui pelatihan, dakwah, dan pemberdayaan berbasis pertanian Islami. Dengan pendekatan ini, komunitas Agriquran berhasil menciptakan jaringan sosial berbasis agama yang kokoh, di mana prinsip keadilan, keberlanjutan, dan kesejahteraan bersama menjadi inti dari struktur organisasi dan dinamika sosial mereka. Salah satu implikasi penting dari hasil penelitian ini adalah ditemukannya bentuk baru dari fenomena hijrah yang tidak berpusat pada transformasi devosional atau ritualistik, melainkan berfokus pada dimensi service atau pelayanan sosialekologis. Komunitas Agriquran merepresentasikan jenis hijrah kontemporer yang tidak menuntut perubahan afiliasi teologis ataupun intensifikasi ibadah mahdhah, sebagaimana lazim ditemui dalam gerakan hijrah populer yang berorientasi pada simbol-simbol keagamaan seperti cara berpakaian, jenis dakwah, atau otoritas keagamaan yang diikuti. Sebaliknya, Agriquran menegaskan dimensi praksis keagamaan sebagai bentuk utama dari transformasi religius, melalui kegiatan












