Hal ini tentu mencoreng wajah dunia pendidikan. Pendidikan yang semestinya bervisi membangun kepribadian untuk manusia sebagai hamba Allah Kholifah Fil Ardhi, dikerdilkan hanya untuk mencetak manusia bermental buruh. Yang lebih mengedepankan materi guna memuluskan keinginan serta kepentingan para kapitalis dan korporasi.
Semua ini tidak terlepas dari negara yang berparadigma kapitalis-liberal yang justru mengarahkan pendidikan menjadi salah satu instrumen global, yang bersembunyi dibalik kata Investasi, Korporasi dan Revolusi industri. Nyatanya, kebijakan sistem pendidikan saat ini sangat dominan dengan hitung-hitungan untung rugi dalam ekonomi. Dengan berdalih demi peningkatan kemampuan produksi, kreativitas, kemandirian serta semacamnya. Padahal itu semua adalah hegemoni kaum kapitalis yang berwujud dalam bentuk korporasi. Dan inilah yang kita lihat saat ini.













