Sementara itu, kesenjangan dunia pendidikan masih menjadi polemik. Buruknya sistem anggaran untuk pendidikan saat ini dalam kondisi memprihatinkan, Baik soal aksebilitas ketersediaan sarana prasarana pendidikan, maupun ketersediaan tenaga pendidik yang berkualitas. Hingga pemerataan kualitas pendidikan menjadi PR pemerintah yang tak kunjung selesai.
Kondisi ini semakin diperparah dengan arah pendidikan yang semakin tidak jelas, semakin menegaskan negara seolah-olah berlepas tangan menyerahkan segala urusan pendidikan kepada mekanisme pasar. Bukan berperan guna mempersiapkan pendidikan yang mampu menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi negara. Maka wajar jika apa yang disebut dengan ” Merdeka Belajar ” dan ” Pendidikan Untuk Semua” hanya sebagai isapan jempol semata. Tanpa bisa terealisasi dengan baik dan benar.













