• DISCLAIMER
  • PEDOMAN MEDIA CYBER
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • Contact Us
Kamis, Januari 15, 2026
  • Login
Bedanews
Advertisement
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
Bedanews
No Result
View All Result

Home » Kurikulum Cinta dan Ekoteologi: Menanamkan Spiritualitas dan Kepedulian Lingkungan Menuju Indonesia Emas 2045

Kurikulum Cinta dan Ekoteologi: Menanamkan Spiritualitas dan Kepedulian Lingkungan Menuju Indonesia Emas 2045

Hargib by Hargib
18 April 2025
in Edukasi
0
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Wawancara Eksklusif dengan: Prof. Dr. H. A. Rusdiana, MM/Pakar Manajemen Pendidikan UIN SGD Bandung-Pendiri/Pembina Yayasan Pendidikan Al-Misbah Cipadung Badung & Yayasan Pengembangan Swadaya Masyarakat Cinyasag-Panawangan Kab. Ciamis-Jawa Barat

Di tengah transformasi pendidikan nasional yang berfokus pada Merdeka Belajar, muncul kekhawatiran akan berkurangnya dimensi kemanusiaan dan spiritual dalam proses pembelajaran. Teknologi berkembang pesat, tetapi empati dan tanggung jawab ekologis semakin tergerus. Di sinilah urgensi kurikulum cinta dan ekoteologi muncul sebagai penyeimbang. Dalam peringatan Dies Natalis ke-57 UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, menekankan bahwa pendidikan harus kembali ke akar kemanusiaan dan spiritualitas. Kurikulum cinta diarahkan untuk menghidupkan kembali nilai kasih terhadap Tuhan, sesama, lingkungan, dan bangsa. Sedangkan ekoteologi menyatukan nilai-nilai teologis dengan kesadaran menjaga alam sebagai bentuk ibadah. Meski Kurikulum Merdeka memberikan fleksibilitas, namun integrasi cinta dan ekologi dalam pembelajaran masih bersifat sektoral dan tidak terstruktur nasional. Pelajaran agama masih cenderung normatif, belum menyentuh aspek rasa, cinta, dan tanggung jawab ekologis secara mendalam.

BeritaTerkait

Nobar Pernyataan Pers Menlu 2026, UKRI Dorong Literasi Diplomasi di Kalangan Mahasiswa

15 Januari 2026

Buky : Identitas Budaya Sangat Penting Karena di Dalamnya Mencerminkan Karakter, Nilai, dan Sejarah Masyarakat

14 Januari 2026
Page 1 of 5
12...5Next
Tags: ekoteologikepedulian lingkunganKurikulum cintaMenuju Indonesia Emas 2045Spiritualitas
Previous Post

Bedil Jepret, Engklek dan Egrang Meriahkan Kegiatan ‘Abdi Nagri Nganjang ka Warga’

Next Post

Tim Gabungan Tutup tambang Ilegal di Cianjur

Related Posts

Edukasi

Nobar Pernyataan Pers Menlu 2026, UKRI Dorong Literasi Diplomasi di Kalangan Mahasiswa

15 Januari 2026
Edukasi

Buky : Identitas Budaya Sangat Penting Karena di Dalamnya Mencerminkan Karakter, Nilai, dan Sejarah Masyarakat

14 Januari 2026
Edukasi

SMAN 1 Sidamulih Pangandaran Diminta Beri Kemudahan Akses Bagi Mengakomodasi Lulusan Sekolah di Sekitarnya

14 Januari 2026
Edukasi

Penurunan Kuota Binaan dan Rencana Alih Fungsi Lahan PSBR Ciganjeng Jadi Sorotan DPRD

13 Januari 2026
Ustad AMUH saat memberikan Tausiah Hikmah Isra Miraj  di Mesjid Alqodiriyah Cibeureum RW 17/dok.istimewa
Edukasi

Ustadz AMUH Paparkan Hikmah dan Refleksi Isra Miraj: Istiqomah Menjaga Hidayah

13 Januari 2026
Edukasi

Bantuan Dinas Pendidikan dan Kementerian Tidak Match Dengan Kebutuhan Riil SMKN 2 Banjar.

13 Januari 2026
Next Post

Tim Gabungan Tutup tambang Ilegal di Cianjur

JDIH DPRD Kota Cimahi

LPKL

BEDA Itu pilihan

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA

MFC - Bedanews.com © 2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result

MFC - Bedanews.com © 2021