Itulah mengapa para pendukung Anies selama ini tidak terlalu ambil pusing dengan keriuhan bongkar pasang Capres dan Cawapres Prabowo dan Ganjar. Termasuk pada perkara apakah Gibran dipasangkan dengan Prabowo atau Ganjar.
Malah bisa jadi mereka tersenyum dan membiarkan kedua kubu itu saling adu pengaruh. Karena situasi seperti ini bagi Anies dan pendukungnya yang sudah jauh-jauh hari memiliki kepastian berpasangan dengan Muhaemin, bisa menguntungkan.
Sementara Prabowo dan Ganjar masih disibukkan dengan pencarian dan pemilihan orang yang akan mendampinginya, Anies bersama Muhaemin sudah keliling Nusantara menyapa ribuan pendukungnya di berbagai daerah.
Ketika saat ini Prabowo dan Ganjar masih berkutat pada “pepesan kosong”, pada saat yang sama Anies sudah jauh melangkah. Dia sudah “babacakan” bersama rakyat dan pendukungnya. Ketika dua gajah sedang bertarung, dalam situasi seperti ini bisa jadi sang kuda hitam yang keluar sebagai pemenang. Amin.













