Kedua kapal TNI AL tersebut melaksanakan rangkaian prosedur penting, mulai dari commcheck, penempatan sektor, komunikasi terhadap kapal target, hingga pelaksanaan Peran Tempur Bahaya Permukaan dan pengerahan Tim VBSS. Dalam simulasi, MV Jefry-88 akhirnya dapat dihentikan, diamankan, dan dikuasai oleh Tim VBSS melalui tahapan clearing area hingga boarding yang berjalan lancar dan terukur.
Pada sesi penyergapan, Tim VBSS berhasil menguasai seluruh titik strategis kapal sasaran, memeriksa dokumen, muatan, hingga kru kapal dalam waktu yang ditentukan. KRI Panah-626 memberikan dukungan kecepatan, pengamanan perimeter, dan fire support selama proses penindakan berlangsung, memastikan operasi berjalan efektif dan aman.
Latihan aksi Unsur KRI berlangsung aman, tertib, dan memenuhi seluruh target yang ditetapkan. Melalui keterlibatan dua kapal perangnya, TNI AL menegaskan komitmennya menjaga kedaulatan laut Indonesia, memperkuat interoperabilitas antar matra, dan meningkatkan kemampuan prajurit dalam operasi laut yang membutuhkan kecepatan, ketepatan, serta integrasi penuh.













