Nurdin mengungkapkan, awalnya pot tersebut dibagikan secara gratis kepada warga. Namun, tingginya minat dari masyarakat di luar lingkungan setempat mendorong Sertu Nurdin untuk mengembangkan usaha tersebut secara komersial.
“Dulu itu tidak dijual, hanya untuk warga. Tapi banyak yang tertarik dan bertanya, akhirnya kami coba kembangkan menjadi usaha,” jelasnya.
Perkembangan usaha ini pun cukup menggembirakan. Permintaan terus meningkat, terutama dari sekolah-sekolah dan kawasan perumahan yang ingin memperindah lingkungannya.
Saat ini, pemasaran produk telah menjangkau berbagai wilayah, di antaranya Caruban, Madiun, Ngawi, Ponorogo, dan Magetan. Bahkan, permintaan juga datang dari luar daerah seperti Kertosono (Nganjuk) dan Mojokerto.
Tak hanya memberikan manfaat ekonomi, usaha tersebut juga membawa dampak sosial bagi lingkungan sekitar. Sebagian hasil penjualan dimanfaatkan untuk kegiatan sosial, seperti pembagian sembako rutin setiap bulan bagi warga yang membutuhkan. Selain itu, dana juga digunakan untuk perbaikan fasilitas umum, seperti lampu penerangan dan infrastruktur jalan.













