“Harus ditingkatkan karena ini program bagus. Setidaknya 17.000 sesuai jumlah anaknya. Minimal di sekolah negeri saja dulu,” ucapnya.
Saat ini, Kota Bandung menjadi satu-satunya kota di Indonesia yang memiliki program semacam ini. Peneliti di KPA Kota Bandung, Mawar Nita Pohan mengatakan, sejak 2010 program ini telah memberikan manfaat kepada 94,667 siswa di 40 sekolah di Kota Bandung.
“Para siswa bisa menerima dengan baik program ini. Kami bekerja sama dengan guru-guru Bimbingan Konseling (BK) di sekolah. Para siswa ini antusias mendapatkan materi ini,” ujar Mawar.
Tak hanya sebagai objek, para siswa juga diajak menjadi subjek untuk bisa memberikan pendidikan pencegahan HIV/AIDS dan narkoba kepada teman sebayanya. Dengan begitu, penyebaran informasi bisa jauh lebih masif.











