“Namun kita masih perlu optimalkan. Karena jumlah siswa yang sudah menerima program ini belum sebanding dengan jumlah siswa keseluruhan. Kalau dipersentasikan itu baru 7%,” imbuh Mawar.
Sementara itu, program ini juga telah dilatihkan kepada 145 guru dan 26 tenaga Training of Trainer (ToT) sehingga setiap guru bisa memberikan materi secara seragam dengan metode yang sama.
“Karena di kita materi tentang sex education itu terbilang masih tabu, jadi untuk menghindari interpretasi yang lain, harus disamakan metode dan pengajarannya. Dan tetap harus didampingi guru,” katanya. (Bd)
Page 4 of 4













