*Ketika Logistik Menentukan Hidup dan Mati*
Dalam penugasan saya sebagai Penasihat Militer RI untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (2017–2019), saya belajar bahwa banyak negara tidak runtuh karena kalah bertempur. Mereka lebih dahulu kalah karena institusinya kehilangan integritas.
Di dunia militer terdapat satu hukum yang tidak pernah berubah: logistik adalah nyawa.
Tanpa amunisi, keberanian tidak mempunyai daya tembak.
Tanpa bahan bakar, alutsista secanggih apa pun berubah menjadi besi yang tak bergerak.
Tanpa pemeliharaan, kapal, pesawat, dan kendaraan tempur perlahan kehilangan kemampuan operasionalnya.
Tanpa latihan yang memadai, prajurit memasuki medan tugas dengan kesiapan yang tidak optimal.
Karena itu, setiap rupiah anggaran pertahanan sesungguhnya adalah bagian dari sistem penyelamat nyawa.













