“Kita membuat konsorsium tim kota cerdas pangan. Ini program yang Rikolto bawa di 4 kota, yaitu Denpasar, Solo, Depok dan sekarang di Bandung. Ini sudah jalan dari 2017. Dua tahun pertama itu lebih banyak riset dan pada 2019 mulai implementasi,” kata Nonie.
Sedangkan Kepala Bappeda Surakarta, Tulus Widayat ikut terkesan dengan keberpihakan kebijakan pimpinan di Kota Bandung.
Menurutnya, keseriusan Oded terhadap program ini menjadi kunci penting dalam membangun ketahanan pangan masyarakat perkotaan.
“Bagaimanapun program yang dijalankan perangkat daerah dan masyatakat tergantung political will dari pemimpin. Ini sebagai bekal, karena kami sedang berproses di Solo,” ungkap Tulus. (Cut Salsa)













