Di sektor ekonomi, masyarakat berharap adanya dukungan untuk meningkatkan kesejahteraan melalui pengembangan pertanian dan peternakan. Beberapa komoditas bernilai ekonomi tinggi seperti pala, kopi, kelapa kopyor, hingga tanaman hortikultura diharapkan dapat dikembangkan, termasuk melalui metode modern seperti greenhouse.
Selain itu, generasi muda di Kampung Adat Naga juga berkeinginan mengembangkan sektor peternakan dan perikanan, seperti budidaya ayam, domba dan ikan air tawar. Namun, mereka menghadapi kendala utama berupa keterbatasan modal dan akses pemasaran.
Keterbatasan lahan garapan yang hanya sekitar 11 hektare juga menjadi tantangan tersendiri, karena berdampak pada rendahnya produksi pangan dan ketahanan pangan masyarakat.













