Masyarakat berharap, adanya upaya normalisasi sungai melalui pengerukan dan pendalaman, serta peninggian tanggul di sepanjang bantaran untuk mencegah luapan air saat curah hujan tinggi. Selain itu, penghijauan di sekitar bantaran sungai dan kawasan hutan juga dinilai penting untuk menjaga keseimbangan lingkungan.
Tidak hanya itu, kondisi rumah adat saat ini juga memprihatinkan. Banyak atap rumah mengalami kebocoran akibat mahalnya harga bahan ijuk, sehingga masyarakat kesulitan melakukan perbaikan. Sejumlah fasilitas umum seperti lumbung padi (leuit), tempat mandi, mushola, hingga bangunan adat lainnya juga membutuhkan perbaikan.
Meski menghadapi berbagai keterbatasan, masyarakat adat menegaskan tetap memegang teguh nilai-nilai tradisi, termasuk pantangan untuk meminta bantuan secara langsung. Namun, mereka terbuka terhadap bantuan yang diberikan secara sukarela selama tidak bertentangan dengan adat istiadat.













