“Ada beberapa inisiator menyarankan agar tidak hanya kopi darat saja. Kita baksos pertama di bulan ramadan open donasi dan mengumpulkan sampai Rp20 juta. Kita sumbangkan ke panti asuhan di Bandung Selatan dan pembangunan masjid di Garut,” bebernya.
Lebih lanjut, Temi Iljang yang kerap mengkoordinir kegiatan di lapangan ini mengungkapkan, sebagian besar komunitas USA ini merupakan para pengusaha muda.
Mereka menekuni berbagai bidang, dan beberapa diantaranya adalah pekerja yang menempati posisi penting di instansinya.
Temi sangat antuasias manakala kali pertama tercetus aksi berbagi nasi, walaupun usaha makanan lautnya tengah mengalami penurunan pendapatan lantaran kehilangan 70 persen omsetnya.
Namun justru dia bersemangat menjadikan dua gerai penjualan di Jalan Diponegoro dan Jalan Buahbatu menjadi posko aksi Berbagi Nasi.













