Mengingat program ini masih relatif baru berjalan, perbaikan dan pengawasan berkelanjutan menjadi hal penting agar pelaksanaan di lapangan semakin optimal.
“Kehadiran program makan bergizi gratis (MBG) tidak hanya penting untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga berperan sebagai penggerak ekonomi lokal. UMKM dapat terlibat dalam penyediaan bahan pangan maupun distribusi makanan,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pentingnya penguatan ketahanan pangan nasional agar Indonesia tidak terus bergantung pada impor beras. Menurutnya, potensi lahan di berbagai daerah seperti Papua dan Kalimantan perlu dioptimalkan untuk mendukung kemandirian pangan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.
Lebih lanjut, Teti menegaskan bahwa dampak program ini memang tidak dapat dilihat secara instan. Hasilnya akan terasa dalam jangka panjang, terutama dalam menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan mampu beradaptasi menghadapi tantangan masa depan.













