Kepala BNPB menekankan pentingnya pembentukan tim gabungan yang mampu bergerak cepat dalam menangani titik api, dengan dukungan personel berpengalaman serta pengelolaan bantuan yang tertib dan tidak tumpang tindih.
Sementara itu, Menteri Kehutanan RI menekankan pentingnya integrasi data, penguatan koordinasi, serta optimalisasi pasukan darat dan dukungan operasi udara. Penempatan personel harus disesuaikan dengan prioritas wilayah agar penanganan Karhutla lebih efektif dan tepat sasaran.
Dalam kegiatan tersebut, Danlanud Sjamsudin Noor turut memperkuat sinergi lintas sektor dalam mendukung upaya penanganan Karhutla di Kalimantan Selatan, khususnya melalui kesiapan unsur TNI AU dan koordinasi bersama seluruh stakeholder terkait.
Rapat menjadi bagian dari evaluasi bersama untuk memastikan penanganan Karhutla berjalan terpadu, cepat, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat langkah pencegahan munculnya titik api baru di wilayah Kalimantan Selatan. (Pen Lanud Sjamsudin Noor)













