Kasad menambahkan, tema itu juga dilandasi semangat perjuangan Jenderal Sudirman yang menempatkan rakyat sebagai elemen utama dalam strategi perjuangan. Hal ini sejalan dengan sistem pertahanan semesta yang melibatkan seluruh potensi bangsa, termasuk rakyat sebagai kekuatan inti. Kolaborasi antara TNI AD dan rakyat adalah kekuatan besar yang menjadi benteng kokoh untuk menjadi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Lanjut, dijelaskannya, saat ini peran TNI bukan hanya menjaga kedaulatan dan keamanan, tetapi juga membantu pemerintah meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui kontribusi nyata. Hal itu sejalan dengan tantangan bangsa yang semakin kompleks, termasuk krisis pangan, air, dan bencana alam.
Berangkat dari kondisi itu, sebut Kasad, TNI AD dituntut untuk adaptif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat yang terus berkembang. Seperti di tahun 2024 yang telah menunjukkan perjuangan bersama rakyat melalui program-program seperti Manunggal Air, ketahanan pangan, dan pembangunan infrastruktur di daerah terpencil.













