“Kami mewakili seluruh masyarakat sangat berterima kasih kepada Bapak Dandim karena sudah datang menjenguk dan membawa berkat bagi kami yang sedang mengungsi. Semoga Tuhan selalu memberkati Bapak dan seluruh personel TNI,” tuturnya.
Sementara itu, Bapak Neli Telenggen mewakili warga asli Kampung Tirineri juga menyampaikan pesan agar situasi tetap kondusif sehingga masyarakat dapat beraktivitas dengan tenang, khususnya dalam mencari nafkah di kebun.
Usai kegiatan, saat apel pengecekan personel serta material di Makodim, Dandim menegaskan bahwa pengungsian ini merupakan dampak lanjutan dari aksi kekerasan yang terjadi pada tanggal 14 April 2026 lalu di Kampung Kembru, Distrik Sinak.
Peristiwa tersebut dipicu oleh pembakaran hunian dan penembakan yang dilakukan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) pimpinan Lekagak Telenggen, yang mengakibatkan kerugian materiil, korban jiwa, serta trauma mendalam bagi masyarakat sipil.













