Panglima TNI melalui Amanat mengingatkan bahwa, dalam waktu dekat ada dua agenda politik nasional yang sangat menentukan kewibawaan pemerintah dan keberlanjutan pembangunan yaitu suksesi kepemimpinan nasional berupa Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Terpilih serta Pemilihan Kepala Daerah Serentak di 37 Provinsi dan 508 Kabupaten/Kota.
“Saya ingatkan kembali bahwa TNI harus netral. Komitmen Netralitas TNI merupakan wujud nyata bahwa TNI tidak ingin kembali ke ranah politik praktis,“ bunyi Amanat Panglima TNI yang dibaca Irup.
“Namun demikian, tugas TNI dalam Pilkada Serentak harus kalian mengerti dan pahami, yaitu membantu Pemerintah dalam penyelenggaraan Pilkada Serentak dan membantu Polri dalam pengamanan setiap tahapannya,“ tegas Panglima TNI dalam Amanat.












