“Ini salah satu bentuk ikhtiar untuk memperbaiki hubungan antara anak dengan orangtua didalam satu keluarga,” ungkapnya.
Sebab apabila adanya konflik didalam satu keluarga terdapat dua tempat yang paling baik untuk menyampaikannya yakni di meja makan maupun di kendaraan.
“Betapa indahnya ketika ada masalah tidak memberikan nasihat sambil berjalan, sambal berdiri. melainkan kita duduk sambil makan, itu lebih baik,” lanjutnya.
Meskipun tidak dapat setiap waktu berdampingan dengan anak di meja makan bersama, namun Hasto Wardoyo menyarankan untuk membuat waktu yang berkualitas quality time didalam satu keluarga dan memaksimalkannya.
Pada pelaksanaannya acara tersebut, dihadiri oleh Pj. Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (Purn) Drs. Nana Sudjana A.S., M.M, Deputi Kerawanan Pangan dan Gizi, Badan Pangan Nasional, para Pejabat Tinggi Madya BKKBN, Dirut Bulog, Prof. Dr. Ir. Y. Bayu Krisnamurthi, M.S, para Asisten Kasdam, Kabalakdam, Dandim 0733/KS, Letkol Kav Indarto, Walikota Semarang, Dr. Ir. Hj. Hevearita Gunaryanti Rahayu, M.Sos, Bupati Semarang, H. Ngesti Nugraha, S.H, M.H, Penasihat Dharma Wanita BKKBN, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Tengah, Ketua Persit KCK PD IV/Diponegoro, Ny. Sandi Deddy Suryadi. (Red/Pendam IV/Dip).













