
Kelik Purwanto, Ketua Kelompok Tani Sumber Rejeki dari Desa Sumber, Kecamatan Trucuk. (Foto Ist).
“Kami menargetkan musim tanam kedua dapat memanfaatkan lahan seluas 15.000 hektar. Optimalisasi lahan-lahan tadah hujan dengan alat mesin pertanian akan memungkinkan peningkatan intensitas tanam hingga tiga kali setahun,” jelasnya.
Begitu juga, Kelik Purwanto, Ketua Kelompok Tani Sumber Rejeki dari Desa Sumber, Kecamatan Trucuk, mengungkapkan bahwa, para petani di Klaten merasakan manfaat nyata dari berbagai program pemerintah. “Kami diberi benih tahan hama yang cocok untuk wilayah ini dan kemudahan mendapatkan pupuk. Harga gabah juga dikawal pemerintah dengan HPP sebesar Rp6.500,-, yang memberikan keuntungan lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,” ujar Kelik.













