“Momentum ini adalah wujud nyata dari semangat juang yang diwariskan para santri terdahulu,” tandasnya.
Kirab dimulai dari Pertigaan Matoa dan berakhir di Alun-alun Kecamatan Bendungan, sepanjang rute diwarnai dengan pawai budaya Islami yang indah, lantunan shalawat dan do’a-do’a yang menggema di sepanjang jalan. Seluruh rangkaian acara berlangsung tertib dan aman, berkat kerja sama erat antara Koramil 0806-04/Bendungan dan aparat kepolisian setempat, yang memastikan kelancaran dan keamanan hingga akhir acara.
Antusiasme masyarakat terlihat jelas, tak hanya dari para peserta, tetapi juga dari tokoh agama dan ulama yang turut hadir dan memberi apresiasi. Mereka melihat bahwa, Kirab Santri ini tidak hanya memperingati jasa santri dalam perjuangan kemerdekaan, tetapi juga sebagai sarana memperkuat tali silaturahmi antarpondok pesantren, memperkokoh persatuan di masyarakat, serta meneguhkan kembali peran penting santri dalam kehidupan berbangsa.













