Rencananya ada lahan sekitar 40 hektar yang sudah siap untuk dijadikan percontohan, selanjutnya perhektar akan ditanami perjenis tanaman dan tidak digabung dengan tananman lainnya.
“Jenis tanam tidak gabung dan harus terpisah agar mudah dilihat oleh pengunjung, serta untuk memudahkan penataan dan itu juga sebagai edukasi bagi anak-anak pelajar nantinya,” jelas Adam.
Terkait wacana Gampong Titi Baro untuk dijadikan wisata Holtikultra tersebut, Kadis Tanaman Pangan dan Holtikultura kabupaten Aceh Timur, Drh Muhammad Mahdi, sangat mengapresiasi niatan Keuchik Muhammad Adam untuk menjadikan desanya sedbagai wisata holtikultura.
“Kita sangat mengapresiasi, karena di Aceh Timur belum ada desa wisata holtikultura. Kita dukung serta akan bantu, namun program yang sangat luar biasa tersebut akan dikoordinasikan kepada pimpinan terlebih dahulu,” ujar Muhammad Mahdi. (T. Saiful)













