Aris menjelaskan bahwa, flexing bisa jadi disebabkan karena seseorang merasa kurang dihargai atau kurang kepribadian, kurang empati dan kurang perhatian serta mungkin juga kurang pergaulan, sehingga Ia akan melakukan flexing sebagai upaya pembuktian dan pengakuan atas kekuasaan, kekayaan atau kepopuleran yang dia miliki.
Agar ASN dapat menghindari hal-hal negatif seperti flexing ini, perlu ditanamkan bahwa ASN sebagai profesi berlandaskan pada prinsip nilai dasar, kode etik dan kode perilaku, salah satunya adalah memelihara dan menjunjung tinggi standar etika yang luhur, memegang teguh nilai dasar ASN dan selalu menjaga reputasi dan integritas, serta menunjukkan integritas dan keteladanan dalam sikap, perilaku, ucapan dan tindakan kepada setiap orang, baik di dalam maupun di luar kedinasan.













