“Yang paling berat adalah konflik nilai karena terkait dengan beliefs, adat istiadat, ideologi, atau agama. Bedakan juga konflik-konflik dengan jeli melihat dan mempersepsikan data yang acapkali timbul akibat ketidakakuratan informasi,” pungkasnya.
Salah satu cara untuk mewujudkan hal tersebut, baginya dapat dilakukan dengan mengikuti jejak para tokoh tentara intelektual idealis, seperti Jenderal Soedirman, Jenderal A.H. Nasution, Jenderal T.B. Simatupang, Jenderal Soemitro, Jenderal Saidiman Suryohadiprojo, Jendral Try Sutrisno dan sebagainya sebagai sosok panutan.
“Melihat disrupsi hukum yang semakin cepat, para perwira jangan sampai tertinggal atau stagnan di era The Rule of Algorithm dan senantiasalah turut serta mewujudkan keadilan sosial,” tambahnya lagi.











