“Atas dukungan dan kesepakatan dari seluruh warga, maka kami semuanya bersepakat untuk membangun masjid di samping sungai yang nantinya akses dari para pengunjung yang ingin beribadah lebih mudah dan tidak masuk pada area Pengadilan Tinggi DKI Jakarta,” ucapnya.
Lanjutnya, kemudian dari latar belakang tersebut, kami membentuk kepanitiaan yang dilaksanakan oleh semua rekan-rekan dan akhirnya kami tunjuk Bapak Dr. Supeno, selaku Ketua Mesjid Nurul Adli, imbuhnya.
“Adapun Pembangunan Masjid Nurul Adli dimulai pada bulan Febuari 2024 setelah musyawarah di internal PT Jakarta, relokasi dilakukan untuk memudahkan akses dan meningkatkan kenyamanan jamaah. Proses pembangunan diawali dengan permohonan izin kepada Pemda dan mendapatkan dukungan penuh dari berbagai pihak. Total dana yang terkumpul mencapai Rp 3.433.900.000, yang berasal dari sumbangan internal, eksternal dan pihak-pihak dermawan. Seluruh biaya pembangunan dapat dipenuhi tanpa meninggalkan utang, berkat dukungan dari donatur dan masyarakat,” tandas Dr. Herri Swantoro, SH, MH.













