JAKARTA || Bedanews.com – Begitu seseorang menerima jabatan hakim, berarti ia telah mempersiapkan diri, sebagai abdi pelayan keadilan, menghamba kepada kebenaran, bahkan dalam situasi-situasi yang paling sulit.
Seorang hakim harus tabah, sekaligus memiliki keberanian yang besar, untuk senantiasa tegak lurus menjaga integritas dan amanah, yang tidak hanya akan dipertanggungjawabkan di dunia, tapi juga di hadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Demikian disampaikan Ketua Mahkamah Agung, Prof. Dr. H. M. Syarifuddin, S.H, M.H dalam pidato Purnabakti Ketua Pengadilan Tinggi Agama Pekanbaru, Dr. Drs. H. Syahril, S.H, M.H, pada hari Jum’at (30 Agustus 2024), bertempat di Balai Serindit Aula Gubernuran Provinsi Riau.
“Saya yakin dan percaya, selama memangku jabatan, baik sebagai hakim, maupun sebagai pimpinan Pengadilan Tingkat Banding, begitu banyak ujian dan tantangan, yang telah dilalui oleh Bapak Dr. Drs. H. Syahril, S.H, M.H, sebab jabatan seorang hakim, memang sarat akan cobaan.












