Menurutnya, selain memberikan ruang bagi daerah untuk terllibat aktif, kejuaraan ini membuat atmosfir dan persaingan semakin fair.
“Saya melihat selama ini persaingam hanya ada di beberapa provinsi saja. Dengan pola seperti ini, daerah lain juga punya kesempatan berkembang. Dan yang paling penting sebetulnya pola ini menciptakan regenerasi taekwondo yang lebih matang,” terang Marciano melalui keterangannya, Sabtu (5/11).
Lebih lanjut dirinya mengungkapkan bahwa, pola ini sejalan dengan kebijakan pemerintah yang mencanangkan Design Besar Olahraga Nasional untuk menggapai prestasi di olimpiade 2044.
Disisi lain Ketua Umum Pengurus Provinsi Taekwondo Indonesia atau TI Banten, Hj. Airin Rachmi Diany menyampaikan terima kasih kepada PBTI yang mempercayakan Pengprov TI Banten sebagai tuan rumah.













