Pasca pemilu 2019 menunjukkan fakta adanya keterbelahan dalam masyarakat. “Bahkan sampai hari ini masih ada sekelompok orang-orang yang mengaku sebagai kecebong atau kampret. Ini tidak betul. Kita harus menghindari situasi seperti itu di masa depan dan memperbaiki kualitas informasi yang disampaikan oleh media,” kata Doli.
Lebih lanjut Ahmad Doli Kurnia juga mengemukakan harapannya pada SMSI. “Media harus berikan informasi yang clear, bukan malah sebaliknya terus mengkompori masyarakat. Di sinilah peran SMSI sangat besar. SMSI sebagai organisasi pers dengan anggota terbesar memiliki peran strategis untuk menjadi lokomotif menyejukkan situasi di masyarakat dan terus mengedukasi public ke arah yang lebih baik,” lanjut Doli.
Hadir dalam resepsi HUT SMSI tersebut antara lain, Ketua Umum SMSI Pusat Firdaus, Ketua Umum PWI Pusat, Atal S Depari, Dewan Pembina SMSI, Mayjen TNI (Purn) Joko Warsito, Sri Datuk Panglima Tjut Erwin Suparjo, Penasehat SMSI, Ervik Ari Susanto, Ketua Umum Perkumpulan Pemimpin Redaksi Media Siber Indonesia, Iman Handiman, Ketua Badan Siber Nasional SMSI, Laksdya TNI Purn. Agus Setiadji, Wakil Ketua Dewan Pers Periode 2019-2022, Hendry Ch Bangun, serta Dewan Pertimbangan SMSI, KH. M. Ma’shum Hidayatullah, Theodorus Dar Edi Yoga dan GS Ashok Kumar. (Red).













