Dengan Kang Pisman, Tedy menambahkan, sampah yang diproduksi warga bisa ditekan. Bila memang masih tersisa sampah di rumah, diupayakan hanya sampah anorganik yang bisa didaur ulang dan dijual di Bank Sampah.
Dengan begitu, tidak ada lagi cerita sampah yang menumpuk di TPS, atau terserak di jalanan dan saluran air.
“Ternyata luar biasa sekali sampah yang ditemukan hari ini. Maka wajar jika terjadi banjir. Kepada warga, saya meminta agar Gerakan Kang Pisman terus dijalankan setiap hari. Yang anorganik bisa dipilah dan dijual kembali, dimanfaatkan, tidak menyumbat saluran,” katanya.
Tedy pun menaruh rasa bangga atas kinerja warga yang aktif mengikuti program padat karya.
“Mudah-mudahan kegiatan padat karya ini bermanfaat bagi warga. Terima kasih kepada warga, RT, RW, unsur kewilayahan, kecamatan, Forkopimcam, sehingga kegiatan ini bisa dirasakan langsung hasilnya oleh masyarakat,” tutur Tedy.













