Sampah-sampah ini diduga terbawa aliran arus dari arah utara saat hujan turun. Tedy mengatakan, persoalan sampah ini cukup krusial. Budaya ketertiban dan kebersihan ini sudah selayaknya terus digencarkan di tengah warga.
“Bisa jadi bukan warga daerah sini yang membuang sampah sembarangan. Sampah-sampah ini bisa jadi ‘kiriman’ dari kawasan utara, atau lebih jauh lagi dari wilayah sebelumnya. Saking derasnya hujan, sampah ini terbawa ke daerah sini. Yang terdampak tentu masyarakat juga,” ujar Tedy.
Oleh karena itu, kata Tedy, program pemerintah sebentuk Gerakan Kurangi, Pisahkan, Manfaatkan (Kang Pisman) masih harus terus diperluas. Harus bisa digerakkan warga yang berinisiatif dan tergerak untuk menyadari dampak buruk dari produksi sampah, apalagi dibuang sembarangan.













