Bandung BEDAnews.com
Merasa prihatin atas situasi dan kondisi sosial ekonomi politik dan Hukum yang terjadi pada saat ini, Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Wilayah Jawa Barat, mendatangi DPRD Jawa Barat untuk menyampaikan aspirasi keprihatinan mereka dengan bersidang di DPRD Jabar dan meminta DPRD jabar untuk menindaklanjuti keprihatinan-keprihatinan mereka ke Pemerintah Pusat.
Anggota BEM Si Jabar yang terdiri dari Koordinator Jabar serta beberapa Presiden, dan Menteri Luar negeri BEM dari Unpad, STTelkom, UPI dan lainya diterima Ketua DPRD Jabar Ineu Purwadewi Sundari didampingi H. Syahromi dari Komisi V di ruang rapat Komisi I DPRD Jabar, Kamis (15/10/2015).
Masing-masing perwakilan BEM dalam pertemuan yang mereka namakan sidang rakyat tersebut menyampaikan keprihatinan atas stuasi yang ada.
Dari UPI mempertanyakan dimana keberadaan pemerintah, yang tidakpeduli terhadap masalah asap, dan memrprtanyakan bagaimana bila hal ini terjadi di jabar,
Berbagai permasalahan yang disampaikan dari permasalahan pertrumbuhan ekonomi di Kwartal II yang semakin buruk, dan sikap pemerintah yang cenderung melecehkan kondisi negeri ini.
Menanggapi apa yang disampaikan para presiden dan staf BEM ini Ketua DPRD Jawa Barat, menyatakan 2 hal yang dilakukan oleh DPRD dalam menindak lanjuti aspirasi, pertama meneruskan ke pemerintah pusat kemudian keduanya menindaklanjuti dengan mitra DPRD atau dinas terkait di Pemda.
“Ada tiga hal yang bisa dilakukan DPRD pertama membuat Perda (legislasi) yang pro terhadap aspirasi untuk memperkuat posisi mereka, kemudian melakukan budgeting dan pengawasan terhadap hal tertsebut.”Kata Ineu.
Lebih jauh dijelaskan Ineu .”Setiap aspirasi yang masuk akan ditindak lanjuti, tetapi tindaklanjutnya tidak seperti surat menyurat, Pemerintah Pusat melakukan koordinasi kepada jajarannya yakni Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/kota kemudian kembali lagi kepada fungsi pengawasan DPRD. Jelas Ineu@her













