“Dari sector craft, kuliner, makanan yang dititipi ke toko-toko retail maupun yang punya warung atau café, sama kondisinya. Semua bersemangat. Kemudian disambut dengan kebijaksanaan dari pemerintah boleh melepas masker. Seperti tanda, kita bersemangat dan pemerintah mendorong. Jadi menurut saya itu seperti kerja bersama bahwa seluruh Indonesia itu sudah siap untuk bergerak,” ungkapnya.
Menurut Tiwi, ada hikmah dibalik Covid-19, seperti pemahaman dan penerapan terhadap dunia digital. Para pelaku UKM/UMKM sejak pandemi, seolah dipaksa terjun ke dunia digital, hasilnya, mereka menemukan market-market baru.
“Kini pelaku UMKM Yogya menggunakan cara konvesional dan digital melalui aplikasi Si Bakul Yogyakarta, untuk memasarkan produknya,” ujarnya.
Untuk itu, Tiwi berharap, pemerintah bisa mendampingi dan membantu para pelaku UKM yang sempat jatuh akibat pandemi Covid-19.











