KAB.BANDUNG || bedanews.com — Ketika seorang anak balita perempuan menunggu di pagar pembatas bersama keluarganya untuk mengikuti kemeriahan Puncak Hari Jadi Kabupaten Bandung ke 383 tahun, matanya polos menerawang, menatap panggung tanpa senyum.
Meski tak bergeming dari duduknya ketika mendengar kedatangan Bupati Bandung HM. Dadang Supriatna beserta Isteri, dan Wakil Bupati Bandung dan isteri, ia tak beranjak dari duduknya.
Balita perempuan tanpa nama itu, hanya diam membisu, tubuh kecilnya masih diam tak bergerak, walau suara musik di panggung acara begitu menggelegar hentakkan dada, ia masih diam.
Namun kejaiban ada muncul, bibirnya senyum sumringah, sambil menunjuk arak-arakkan ia berkata kepada ibunya, “Mamah… Kayaknya acara sudah mulai,” begitu yang di dengar bedanews.com, Minggu 21 April 2024.
Anak balita perempuan berbaju gamis warna coklat salur hitam itu, datang bersama ibunya meluangkan waktu ingin melihat kesemarakan Hari Jadi Kabupaten Bandung ke 383 tahun.
Mungkin dalam hatinya bertanya, “Ini hari apa, kok ada panggung dan arak-arakkan,” seperti itulah mungkin yang diungkapkannya.
Waktu terus meniti menjemput siang, kegiatan mulai berlangsung, dan musik pun terdengar memenuhi telinga, anak balita perempuan itu menghampiri ibunya dan larut dalam pelukan kasih sayang.***













