Sementara itu, dari pihak Badan Gizi Nasional (BGN), Rahma Dewi Auliyasari, menjelaskan latar belakang program MBG yang lahir karena tingginya angka stunting, anemia, ketimpangan akses pangan bergizi, serta ketidakstabilan ekonomi.
“Program MBG diperuntukkan bagi peserta didik dari PAUD hingga SMA, baik negeri maupun swasta, serta ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Kita dorong penerapan B2SA pangan beragam, bergizi seimbang, dan aman – dengan mengutamakan bahan pangan lokal,” jelasnya.
Kelancaran program strategis nasional Makan Bergizi Gratis menjadi kunci sukses MBG dimasa depan. Kolaborasi dan partisipasi aktif masyarakat diharapkan dapat berjalan maksimal.
Dengan gizi yang berkualitas, maka generasi sehat, produktif, dan mandiri bukan lagi wacana—melainkan sebuah kenyataan menuju Indonesia Emas 2045.













