Matsani berharap, peserta dapat memahami dan meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman terorisme dan gerakan radikalisme di wilayah Jakarta Barat.
“Peserta dapat menyebarluaskan (mengetuktularkan) kepada masyarakat tentang hal-hal yang berkaitan tentang peningkatan kewaspadaan terhadap ancaman terorisme dan gerakan radikalisme,” ungkapnya.
Ia menyebut, kesadaran peserta sangat dibutuhkan dalam memahami tumbuhnya peningkatan kewaspadaan terhadap ancaman terorisme dan gerakan radikalisme.
Menurutnya, kegiatan seperti ini tentu menjadi materi untuk lebih meningkatkan kepekaan terhadap lingkungan dengan menggerakkan pola wajib 1×24 jam.
“Jangan sampai di sekeliling kita tidak tahu siapa yang datang, siapa tetangga, kita nggak tahu bahwa mungkin saja kalau kita tidak peka, kemungkinan-kemungkinan yang jahat ini ada di sekitar kita,” pungkas Matsani.













