Poin utamanya, sambung Inci, proses unjuk rasa bisa tetap dilakukan selama dapat dijalankan dengan baik.
Perlu soliditas dan pemahaman massa untuk menghindari adanya oknum yang dapat memancing suasana semakin memanas dan berlanjut pada konflik.
“Kemarin kita sudah penggalangan dan pengawalan, tapi ternyata kemarin mereka (oknum) masuk ke driver online. Tapi para driver online ini sudah menolak karena sudah tahu dan paham sebelumnya,” jelasnya.
Inci tidak bisa memungkiri Badan Kesbangpol Kota Bandung cukup terkendala dengan minimnya Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada saat ini. Sehingga pihkanya terus menggandeng berbagai elemen.
“Kami berdasarkan surat keputusan wali kota mempunyai tim terpadu penanganan konflik sosial dan ada juga tim kewaspadaan dini daerah. Anggotanya terdiri dari unsur Pemerintah Kota Bandung termasuk intansi intelejen lainnya di TNI, Polri, Kejaksaan dan instansi lainnya,” ujarnya.













