Dengan jumlah penduduk hampir 50 juta jiwa, Provinsi Jawa Barat sudah merupakan pangsa pasar yang sangat potensial. Mayoritas penduduk Jabar adalah muslim. Dengan demikian, semangat menunaikan Rukun Islam kelima, yakni pergi haji, sangatlah besar.
Pergi haji memang memang hanya setahun sekali dan dibatasi pula dengan berbagai pertimbangan. Jangan lupa, masih ada sederet peluang lain yang tidak kalah banyak jumlahnya.
Karena kesulitan berhaji dan salah satunya karena antrean begitu lama, kaum muslimin kemudian cenderung memilih alternatif “haji kecil” yang disebut umrah. Ibadah ini bisa dilakukan relatif kapan saja. Dengan demikian, calon penumpang dengan kepentingan ini sangatlah banyak dan gelombangnya tiada henti sepanjang tahun.
Lalu, ada pekerja migran Indonesia (PMI) yang jumlahnya juga tidak sedikit. Bukan hanya PMI asal Jawa Barat yang dapat menggunakan jasa BIJB Kertajati. Jamaah umrah maupun PMI dari wilayah terdekat, semisal Brebes maupun Tegal bisa jadi “terbang” via Kertajati.











