Kemudian, mereka yang akan pergi berdinas, entah dari lembaga pemerintah maupun swasta juga tidak sedikit. Jadi, para pengusaha, wisatawan, pegawai negeri, anggota dewan, maupun masyarakat awam juga dapat memilih BIJB Kertajati sebagai alternatif tempat keberangkatan atau kepulangan perjalanannya.
Artinya, sangat banyak orang yang akan menggunakan jasa BIJB Kertajati. Dengan demikian, tidak tepat rasanya jika BIJB Kertajati dikatakan akan kekurangan penumpang.
BIJB Kertajati juga bisa berkembang jika MRO pesawat TNI/Polri dipusatkan di sana. Belum lagi jika lantas dilakukan relokasi PT Dirgantara Indonesi dan PT Pindad.
Semua itu menunjukkan berbagai peluang yang akan mengembangkan BIJB Kertajati. Yang dibutuhkan sebenarnya tinggal goodwill. Siap dan ikhlaskah para pengambil kebikjakan memberikan hal itu?













