“Pengadaan, transfer teknologi, pengembangan SDM, pembangunan fasilitas MRO, pengembangan komponen, riset dan penguatan industri nasional harus dirancang sebagai satu kesatuan,” jelasnya.
*Kertajati Bisa Menjadi Simpul MRO Asia Tenggara*
Dengan pasar penerbangan Indonesia yang besar dan posisi geografis yang strategis, Kertajati memiliki peluang dikembangkan menjadi salah satu simpul MRO di Asia Tenggara.
Namun, Budhi mengingatkan bahwa, peluang tersebut tidak otomatis menjadikan Kertajati sebagai pusat MRO regional.
Kertajati harus mampu menawarkan kualitas teknisi, sertifikasi internasional, kecepatan pengerjaan, ketersediaan komponen, dukungan rekayasa, kepastian regulasi serta kepercayaan pelanggan.
Jika kemampuan tersebut berhasil dibangun, pesawat dari negara-negara kawasan dapat menjalani perawatan di Indonesia. Kondisi itu berpotensi mengurangi devisa yang selama ini mengalir ke luar negeri untuk kebutuhan MRO sekaligus membuka peluang ekspor jasa.













